10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 508 Rating: 3.75/5.0 dari 4 voter Komentar: 1
Bagikan ke Sosial Media:



Apa saja alasan rasional menunda pernikahan???

(Peringatan: Tulisan ini hanya mewakili pendapat saya secara subjektif, tapi bukan berarti tidak mengandung nilai ilmiah dan rasional)

Menurut saya, sebaiknya Anda jangan menikah jika Anda memenuhi kondisi-kondisi berikut:

  1. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda belum dewasa sepenuhnya baik secara intelektual, emosional, sosial, spiritual dan finansial! Apalagi jika Anda masih kenak-kanakan dan labil! Jangan menikah! Kasihan pasangan dan anak-anak Anda nanti, mereka butuh 'role model' terlebih tugas pria adalah sebagai pemimpin bagi keluarganya.
  2. Jangan menikah jika dan hanya jika alasan Anda menikah hanya karena tuntutan 'gengsi'! Ditanya kapan menikah oleh orang-orang di sekitar Anda. Keluarga yang akan Anda bangun lebih daripada sekedar gengsi.
  3. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda belum memahami seluruh kekurangan dan kelebihan pasangan Anda dan Anda belum dapat menerima potensi pasangan Anda! Jika tidak, Anda akan menyusahkan pasangan Anda nantinya dengan banyak menuntut begini dan begitu. Ujung-ujung nanti terjadi pertengkaran rumah tangga, KDRT hingga perceraian. Pada akhirnya anak-anak Anda akan menjadi korban kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya.
  4. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda masih kerepotan mengurus urusan personal Anda! Khususnya bagi mahasiswa, selesaikan dulu skripsi Anda! Kejar impian dan karir Anda. Jika Anda saja masih kesulitan mengurus masalah personal, bagaimana bisa mengurus urusan orang lain khususnya pasangan dan anak-anak Anda kelak? Selesaikan dulu urusan Anda sebelum berniat untuk menikah.
  5. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda sedang mengalami 'jatuh cinta'! Anda akan dipenuhi emosional walaupun membahagiakan, tetapi Anda tidak akan dapat berpikir jernih. Padahal Anda membutuhkan banyak pertimbangan rasional sebelum menetapkan niat untuk menikah. Barangkali Anda akan mengabaikan saran ini, bersikap 'bodoh amat'. Tak masalah! Tapi sebelum itu, saya ingin bertanya kepada Anda: apakah Anda bisa menjamin hubungan Anda tetap harmonis dengan pasangan Anda? Apakah Anda bisa menjamin bisa mencintai pasangan Anda seumur hidup? Ketahuilah banyak pasangan yang setelah menikah bertengkar karena hal-hal sepele setelah mereka 'kehabisan' energi jatuh cintanya. Silahkan baca artikel berikut untuk penjelasan lebih lanjut: Gejala Jatuh Cinta = Gejala Kegilaan. Beneran! - Kelas Cinta
  6. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda belum belajar ilmu keluarga tentang bagaimana membangun rumah tangga yang baik! Pelajarilah ilmu menjalin hubungan dengan lawan jenis yang baik dan ilmu keluarga. Jika Anda tidak mempelajarinya, lalu bagaimana mungkin Anda berperilaku yang baik dalam berkeluarga? Bagaimana Anda akan menjaga hubungan harmonis Anda dengan pasangan? Bagaimana Anda akan mendidik anak-anak Anda? Bagaimana Anda akan mempertahankan bahtera rumah tangga Anda seumur hidup? Ketahuilah, membangun keluarga itu hampir sama sulitnya dengan membangun sebuah organisasi.
  7. Jangan menikah jika dan hanya jika Anda belum belajar ilmu agama! (Saya beragama Islam). Ketahuilah: Anda nantinya akan menjadi imam bagi keluarga Anda khusus bagi kaum pria. Jika ibadah saja masih kesulitan, bahkan mungkin masih bolong-bolong salatnya, puasanya, sedekahnya, dan banyak melakukan penyimpangan agama, lalu bagaimana Anda bisa percaya diri menjadi imam keluarga? Pelajarilah ilmu agama dulu baik-baik!
  8. Jangan menikah jika dan hanya jika usia Anda belum cukup umur! Menurut hukum Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, usia minimal pria dan wanita bisa menikah adalah 19 tahun. Menurut BKKBN, usia menikah ideal adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi pria. Kalau menurut versi 'sehat' (Usia Ideal Menikah Secara Psikologis, Umur Berapa?)', usia menikah ideal rata-rata adalah 29–32 tahun baik pria dan wanita. Saya sendiri condong pada pendapat versi 'sehat'. Kenapa? Karena pada usia tersebut biasanya manusia telah benar-benar dewasa baik secara intelektual, emosional, spiritual, sosial, finansial; penuh pengalaman hidup; bijaksana; siap secara biologis; dan telah menerima pasangannya apa adanya. Tidak jarang pula pada masa itu, pasangan telah benar-benar mapan, sehingga bisa segera menjalankan kehidupan rumah tangga tanpa bergantung pada pihak lain seperti keluarga besar.
  9. Jangan menikah jika dan hanya jika tujuan Anda menikah adalah untuk 'bersenang-senang' dengan pasangan Anda! Nyatanya, menikah bukan hanya soal kesenangan tapi yang paling penting adalah komitmen dan tanggung jawab. Ketahuilah: Anda akan menemukan banyak kesulitan dan kesengsaraan setelah menikah. Apakah jika kehidupan rumah tangga Anda nanti penuh penderitaan, Anda akan memutuskan hubungan pernikahan itu? Pikirlah baik-baik!
  10. Terakhir, ini yang paling mendasar, jangan menikah jika dan hanya jika Anda belum memiliki pasangan atau Anda salah memahami apa itu 'pasangan'! Anda mau menikah dengan siapa? Menikah dengan diri Anda sendiri? Menikah dengan sesama jenis? Atau mungkin menikah dengan benda? Padahal jelas definisi pernikahan (menurut UU No. 1 tahun 1974) adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai penutup, saya ingin katakan bahwa: pada akhirnya keputusan untuk menikah atau tidak kembali kepada preferensi Anda! Tak melulu soal yang saya sebutkan di atas, bisa saja orang tidak mau menikah karena memang dia tidak ingin menikah, murni masalah ego.

Kendati demikian, bukankah menikah itu bagian dari ibadah? Karena dengan menikah Anda akan membuka lahan aktualisasi beramal saleh dalam hubungan Anda dengan pasangan dan anak-anak Anda. Dan hal ini mustahil dilakukan oleh orang lajang. Menikahlah dengan orang yang 'tepat' pada kesempatan yang 'pas'!

Semoga tulisan singkat ini mencerahkan. Dan saya berdoa: Semoga Anda menemukan pasangan yang tepat, yang saleh, terpelajar, mapan dan rupawan. Semoga Anda menikah dengan orang yang tepat pada kesempatan yang pas. Dan semoga Allah merahmati pernikahan Anda kelak dan membawa pada kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin

 


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

1 Tanggapan Pembaca:


    Mera Viola | 2020-11-21 09:15:20

    Artikelnya inspiratif sekali. Saya sepakat bahwa sebelum menikah harus sudah matang dan siap dengan segala konsekuensi dan dinamikanya. Terima kasih sudah menuliskan artikel ini.


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 508

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 249

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 241

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler