Menghadapi Kesedihan Mendalam


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 580 Rating: 5/5.0 dari 2 voter Komentar: 7
Bagikan ke Sosial Media:



Bagaimana sikap menghadapi kesedihan mendalam?

Ketika anda kehilangan sosok yang anda cintai, ketika anda kehilangan kepercayaan, ketika anda berputus-asa, ketika anda kehilangan makna hidup, ketika anda membohongi diri anda, saat itulah anda akan bersedih hati.

Di dunia yang fana, tempat kita diuji dengan segala perjuangan dan dinamikanya. Kesedihan adalah penderitaan yang tak bisa kita tolak selama kita ‘hidup’. Tak tahukah kita apa itu kesedihan? Kesedihan adalah ketika anda merasa ingin memiliki sesuatu untuk selama-lamanya, tapi keinginan anda itu tak mungkin terwujud. Apa pun yang ingin anda miliki, harapan, kepercayaan, keluarga, kekasih, anak-anak, harta benda, semua itu akan lenyap, menyisakan luka lara. Itulah tragedi kesedihan umat manusia sepanjang zaman.

Karena itu, sungguh sumber dari segala kesedihan adalah ‘pengharapan semu’ atas eksistensi kepemilikan duniawi yang dianggap ‘abadi’. Dan percayalah semua hal yang bersifat duniawi pada akhirnya akan meninggalkan kita, tak bisa kita miliki.

Seorang filsuf islam, al-Kindi, pernah berkata: Manusia tidak mampu untuk mewujudkan apa yang diinginkannya tanpa adanya Sunnatullah. Manusia tidak bisa menciptakan apa yang diinginkannya. Menginginkan sesuatu yang tidak ada, yang tidak abadi adalah salah satu penyebab kesedihan. Sebelum kita melihat dan menyentuh, janganlah kita mengunci dan memuja apa yang sudah kita miliki dalam hayalan dan akal pikiran kita. Bukankah ada sesuatu yang lebih abadi yang lebih berhak untuk kita tempatkan di dalam akal dan hati kita?

Sesungguhnya, apa yang di langit dan di bumi adalah milik Yang Maha Abadi. Ia-nya ada di tangan kita karena kehendak-Nya. Jika Dia berkehendak untuk melepaskan semua yang kita miliki, tidak ada cara lain selain untuk sabar dan ikhlas. Karena hakikatnya semua itu adalah titipan dan ia-nya adalah sesuatu yang tidak abadi.

Jadi guys, kesimpulan: jika kita ingin lepas dari jeratan kesedihan, maka kita harus bisa melepaskan segala sesuatu di dunia ini dengan mengubah paradigma kita dari 'memiliki' menjadi 'dititipi', sehingga ketika suatu saat nanti sesuatu yang dititipkan kepada kita itu meninggalkan kita, kita bisa rela dan melepaskannya dengan tulus, karena ia bukan miliki kita, you know?

Dan ketika itu terjadi, maka tanamkan kesadaran ini dan ucapkanlah: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali). (QS. [2]:156)

 


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
Menghadapi Kesedihan Mendalam
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

7 Tanggapan Pembaca:

Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 580

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 251

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 235

Tagar Terpopuler