15 hukum kedewasaan yang sebaiknya ketahui


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-02-24 09:14:18
Dibaca: 71 Rating: 3.667/5.0 dari 3 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



15 hukum kedewasaan

Pribadi dewasa adalah pribadi yang mampu bertanggungjawab penuh atas tindakannya dan mampu membawa manfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa, negara dan agama. Menjadi dewasa adalah preferensi dari masing-masing individu. Dewasa memang suatu proses, tidak bisa instan. Kendati demikian, ada beberapa hal yang bisa disadari untuk menjadi dewasa. Berikut disajikan 15 hukum kedewasaan:

  1. Banyak masalah hidup bisa diselesaikan dengan "mencari tahu".
  2. Setiap tantangan yang berhasil kita hadapi akan meningkatkan 1 level up kehidupan kita entah akumulasi pengalaman, kepandaian, kemahiran, maupun produktivitas.
  3. Jangan mau menghabiskan waktu kita hanya untuk meratap dan berkeluh kesah. Kita akan rugi dengan "cost" yang terbuang entah kesempatan terbuang hingga beban psikis yang semakin menumpuk.
  4. Fokus pemecahan masalah satu per satu akan lebih produktif daripada memecahkan masalah bersamaan (baca: multi tasking).
  5. Ingatlah bahwa Tuhan selalu menghargai kebaikan hamba-Nya terlepas dari orang lain menghargai kebaikan kita atau tidak.
  6. Senantiasa merasa "fakir" (baik menjadi fakir ilmu, fakir amal, fakir nasihat, fakir pekerjaan) akan membuat diri kita semakin berkembang menjadi lebih baik tanpa merasa lebih tinggi daripada orang lain.
  7. Jangan mengemis kebahagiaan dari orang lain, sebaliknya hanya dengan menebar kebaikan kepada sesama kita akan bahagia.
  8. Mengikuti euforia memang nikmat tapi menyesatkan.
  9. Hal paling sulit tapi mulia setelah tersakiti dan terzalimi adalah "memaafkan".
  10. Hindari membicarakan aib orang lain di belakangnya. Itu tidak baik untuk kesehatan mental kita.
  11. Jika kita setuju dengan pendapat orang lain lebih baik utarakanlah! Tapi jika kita tidak setuju dengan pendapat orang lain lebih baik tahanlah! Persetujuan cenderung membawa pada kerja sama - kolaborasi - pesatuan. Ketidaksetujuan cenderung membawa pada perdebatan - pertikaian - perpecahan. Kecuali jika kita diminta pendapat.
  12. Biasakan “mengapresiasi” kebaikan orang lain sekecil apapun jasanya.
  13. Penyesalan tidak akan mengubah masa lalu, tetapi penyesalan diperlukan untuk mencegah kesalahan serupa tak terulang di masa mendatang.
  14. Jangan mau terlibat cinta dengan lawan jenis kecuali dalam rangka membangun hubungan keluarga yang dirahmati Tuhan Yang Maha Esa
  15. Jadilah diri terbaik versimu.

 


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
15 hukum kedewasaan yang sebaiknya ketahui
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 250

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler