Bagaimana melatih anak antisosial supaya mudah bersosialisasi?


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-02-24 08:57:15
Dibaca: 33 Rating: 4.5/5.0 dari 2 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



Bagaimana melatih anak antisosial supaya mudah bersosialisasi?

Seorang anti-sosial bisa menjadi pribadi sosial - mudah berbaur dengan lingkungannya. Karena pertanyaan ini mengisyaratkan 'pengalaman', maka saya akan menjelaskan bagaimana cara mengubah seorang anti sosial menjadi seorang sosial berdasarkan pengalaman saya.

Anda tidak perlu malu untuk mengakui sebagai orang anti sosial. Anda tidak sendiri, sebab dulunya saya juga seorang yang anti sosial. Dulu saya sangat menghindari interaksi sosial bahkan pada tingkat parahnya saya merasa pusing dan cemas ketika berada di kerumunan - merasa cemas atas keamanan, seakan-akan ada seorang yang akan berbuat jahat kepada saya.

Saya tidak pernah memeriksa diri saya kepada psikiater karena saya malu dan tidak punya akses waktu itu. Tapi nampaknya melihat kecenderungan tersebut bisa jadi saya mengalami gangguan mental bernama "kecemasan sosial".[1] Bisa jadi gangguan mental tersebut disebabkan luka batin saya di masa lampau. Perlu diketahui saya adalah korban penindasan dan perundungan sewaktu bersekolah dasar selama beberapa tahun. Luka masa lalu tersebut membuatku merasa rasa takut berada dalam kerumunan. Alam bawah sadarku secara reflek merespon kerumunan sebagai 'alarm bahaya' karena adanya trauma masa lalu yang kelam. Singkatnya, saya benar-benar takut dan khawatir selama masa itu.

Beruntungnya, saya segera menyadari kondisi mental tersebut. Saya berusaha optimis untuk membangun kepercayaan diri saya supaya saya bisa menjalan peran sosial tanpa merasa khawatir atau cemas. Bagaimana caranya? Beberapa hal yang saya lakukan di antaranya:

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya mulai belajar ilmu agama dan belajar menjadi pribadi yang lebih religius dalam menjalankan peran saya sebagai muslim. Bagi saya, Tuhan adalah satu-satunya tempat untuk mengadu dan berkeluh kesah atas segala kekurangan diri saya dan memohon diberikan kemudahan dan petunjuk untuk mengatasi penderitaan hidup saya.
  2. Mencari teman-teman yang baik. Saya begitu selektif dalam memilih teman dan hanya akan mempercayainya jika dia memang benar-benar orang yang baik terhadap sesama. Hal ini berguna untuk menghilangkan trauma saya atas 'teman-teman jahat' pada masa SD yang masih membekas dalam alam bawah sadar sekaligus meyakinkan diri saya bahwa di luar sana masih ada orang-orang yang baik dan peduli terhadap diri saya.
  3. Bergabung dalam keorganisasian dan kegiatan sosial. Semasa sekolah saya ikut bergabung dalam rohis di SMK. Lalu ketika saya kuliah, saya turut serta menjadi bagian dari organisasi nirlaba sebagai pekerja sosial untuk membantu sesama. Hal ini cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan bersosial saya dan melatih mental saya.

Berkat dukungan dari berbagai pihak, alhamdulillah saya berhasil "berdamai" dengan masa lalu. Barangkali saya memang tetap introvert, tetapi saat ini saya telah terbebas dari anti sosial dan tidak merasa khawatir atau takut ketika berada di kerumunan.

Siapapun Anda yang mengalami gangguan anti sosial dan semacam, saya berdoa untuk Anda: Semoga Anda lekas sembuh dan bisa kembali normal dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa terbebani masa lalu Anda.

Semoga membantu.


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
Bagaimana melatih anak antisosial supaya mudah bersosialisasi?
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 580

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 251

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 236

Tagar Terpopuler