Berbagai Respon KetidakSetujuan dan Penyikapannya


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-04-07 15:47:21
Dibaca: 74 Rating: 4.333/5.0 dari 3 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



Apa perbedaan kritis, skeptis, dan hujatan dalam merespon ketidaksetujuan atas suatu argumentasi?

Alkisah, seorang sebut saja Tuno memposting tulisan di media sosial sebagai berikut:

"Miris banget menyaksikan muda-mudi di zaman ini, banyak yang salah pergaulan, terjerumus seks bebas, narkotika, hingga tawuran antar genk. Zaman ini, kaum muda-mudi udah tidak peduli agama, tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil. Akhir zaman memang nyata. Ini tanda kiamat sudah dekat, bro."

Beragam reaksi netizen membanjiri komentar pada postingan tersebut. Setidaknya ada 3 netizen yang bereaksi:

  1. "Ah, masa sih? Bodoh amat." - Netizen X
  2. "Halah, tengok aja diri loe, emang loe udah suci?" - Netizen Y
  3. "Sebagai salah satu kaum muda, saya merasa tersingung. Siapa yang Anda maksud dengan kaum 'muda-mudi'? Apakah semua kaum muda-mudi seperti yang Anda katakan?"- Netizen Z

Kira-kira, siapa yang bersikap kritis, skeptis, dan menghujat berdasarkan respon dari masing-masing netizen?

Berikut disajikan perbedaan antara kritis, skeptis, dan hujatan:

Bagaimana penyikapannya ketika kita mendapatkan ketiga respon tersebut?

Jawabnya:

  1. Ketika Anda dikritik, sebaiknya Anda mengapresiasi kritikus dan bersedia untuk berdiskusi lebih lanjut untuk mengkoreksi - membetulkan pernyataan Anda. Tanyakan dimana letak kesalahan statemennya dan bagaimana koreksi statemen seharusnya, sehingga pernyataan Anda bisa dipertanggungjawabkan.
  2. Ketika Anda diskeptisi, ajaklah si skeptikus untuk berpikir objektif - mencari jawaban yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Jika dia menolaknya, maka sebaiknya tutup saja ruang diskusinya daripada terjadi debat kusir yang tidak penting. Toh, apapun yang Anda sampaikan, pada akhirnya dia akan menutup dirinya dengan berkata, "kembali kepada pribadinya masing-masing, tidak ada yang benar atau salah."
  3. Ketika Anda dihujat, sebaiknya diamkan si penghujat dan tutup rapat-rapat ruang pembicaraan supaya mental dan martabat Anda terselamatkan. Tetapi jika hujatan itu sangat parah hingga merusak nama baik Anda, maka Anda punya hak untuk "melaporkannya" kepada pihak berwajib atas delik pencemaran nama baik. Toh, penghujat itu hanya mau fokus untuk menjelek-jelekkan Anda, menjauhi para penghujat lebih baik daripada psywar.

Semoga menjawab.

 


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
Berbagai Respon KetidakSetujuan dan Penyikapannya
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 251

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler