Harap Bijaklah Bersosial Media


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-12-16 13:22:46
Dibaca: 119 Rating: 4/5.0 dari 1 voter Komentar: 5
Bagikan ke Sosial Media:



Harap Bijaklah Bersosial Media

Media sosial adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content."[1]

Dari penjelasan di atas bisa kita pahami bahwa media sosial sejatinya merupakan wadah/ media bagi orang-orang (penggunanya) untuk berinteraksi sosial secara daring/ online entah saling berkomunikasi seperti berbalas pesan, komentar, memberikan rating, dsb; serta berbagi sumber daya seperti berbagai tulisan, gambar, audio dan video. Dengan kata lain, media sosial bisa diartikan sebagai suatu komunitas yang memanfaatkan teknologi internet untuk berinteraksi satu sama lain.

Dari pemaparan ini bisa dipahami bahwa kehidupan bersosial media itu sebenarnya sama saja dengan kehidupan (berinteraksi) sosial, hanya saja yang berbeda terletak pada media yang digunakan dimana media sosial menggunakan media daring sedangkan interaksi sosial melibatkan media langsung/ bertatap muka di tempat dan waktu yang sama. Oleh sebab itu, hendaknya segala aturan khususnya yang tak tertulis (etika) dalam media sosial itu disesuaikan dengan aturan berinteraksi sosial pada umumnya.

Berikut beberapa etika bersosial media di antaranya:

  1. Berkata yang sopan dan santun.

Hendaknya di antara pengguna media sosial saling menjunjung dan menghormati satu sama lain sebagai sesama pengguna media sosial. Hormatilah pengguna lain sebagaimana Anda menghormati diri Anda. Tak seorang pun ingin dilecehkan, begitu pun dengan Anda. Katakanlah yang baik-baik, hindari perkataan yang kasar.

  1. Bagikan konten yang bermanfaat, edukatif, inspiratif bagi sesama.

Gunakan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri. Bagikan segala pengetahuan dan pengalaman yang bisa mengedukasi dan memberikan inspirasi bagi sesama demi menciptakan lingkungan daring yang kondusif.

  1. Hindari segala bentuk provokasi dan hatespeech.

Provokasi dan hatespeech akan memicu konflik dan perpecahan dalam suatu komunitas. Karena itu, hendaknya dijauhi sejauh-jauhnya tindakan unfaedah ini.

  1. Jangan membagikan konten negatif atau dark content. Tentu tidak seorangpun nyaman dengan konten negatif seperti pornografi, kekerasan, perundungan, dsb kecuali pelaku atau pecandunya. Apalagi media sosial bisa diakses siapapun dari berbagai golongan, profesi dan kelompok umur, untuk itu tak sepatutnya membagikan konten negatif yang hanya akan menjadi racun bagi pengguna lainnya.
  2. Utamakan diskusi dengan pikiran jernih dan hindari perdebatan/ keributan yang tak penting.

Dalam berkomunikasi dengan pengguna lainnya tentu umumnya ditemui perbedaan pandangan, tak selalu orang-orang sependapat dengan gagasan kita. Akan tetapi bukan berarti hal ini mendorong untuk berbuat onar dengan perdebatan dan keributan lainnya. Ajaklah diskusi secara objektif. Jika pun dia menolak dan memang cari keributan, maka lebih baik ditinggalkan/ diblokir/ dilaporkan saja. Alih-alih memaksakan dia untuk menerima pandangan kita.

  1. Jagalah privasi data Anda!

Ingatlah media sosial bukanlah buku harian atau album harian dimana hanya Anda yang bisa mengaksesnya, media sosial bisa diakses oleh siapa saja. Jika dirasa konten yang Anda bagikan itu mengandung unsur privasi maka lebih baik dikonsumsi pribadi saja atau dibagikan dengan segmen terbatas. Jangan sampai konten privasi Anda disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab. Misalnya konten foto (menawan) yang Anda bagikan di media sosial bisa saja dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk menipu (menyamarkan identitasnya) atau sekedar untuk dijadikan alat untuk memenuhi fetishnya. Berhati-hatilah!

  1. Laporkan berbagai pelanggaran yang mungkin saja Anda temui!

Jika Anda menemukan konten negatif entah pornografi, kekerasan, perundungan, hatespeech, jangan ragu untuk melaporkannya kepada admin media sosial. Sumbangsih pelaporan Anda akan mendukung ekosistem media sosial yang lebih baik.

  1. Usahakan memakai real account, bukan fake account.

Sebaiknya tunjukkan kredensial akun Anda seperlunya (seperti nama asli, foto profil asli, pekerjaan, pendidikan, usia) supaya pengguna lainnya bisa mengenali dan mengidentifikasi identitas Anda. Dengan menunjukkan identitas Anda maka Anda sepenuhnya bertanggungjawab atas segala aktivitas di media sosial. Sehingga Anda bisa lebih dipercayai oleh pengguna lainnya dan meminimalisir penyalahgunaan media sosial melalui fake account.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat.

Catatan Kaki

[1] Media sosial - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lebih banyak kontribusi Fiktor S:
Harap Bijaklah Bersosial Media
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

5 Tanggapan Pembaca:


    Danar Dono | 2020-12-16 13:23:50

    Terima kasih atas tulisannya.

    Fiktor S | 2020-12-16 13:26:37
    Danar Dono  terima kasih kembali

    Danar Dono | 2020-12-16 13:24:20

    Ngapain ngurus orang lain. Yang bersosial media gue, yang pusing kok ente!


    Reddy Alexandro | 2020-12-16 13:25:04

    DASAR! UU ITE tidak berguna! Gak guna loe,


    Esther Setiawan | 2020-12-16 13:54:27

    Aku bingung kenapa badanku gemuk


    Esther Setiawan | 2020-12-16 13:56:04

    Dasar gemuk


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 250

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler