Kehidupan Sosial INTJ


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-04-08 22:25:34
Dibaca: 70 Rating: 3.75/5.0 dari 4 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



Bagaimana kehidupan sosial seorang INTJ?

Saya termasuk INTJ-A, kehidupan sosial saya begitu sederhana/ bersahaja. Berikut gambaran kehidupan sosial saya:

  1. Bersahabat hanya kepada orang-orang yang jujur lagi amanah. Saya tak mau berteman dengan orang-orang yang pencela, pengumpat, pengkhianat dan sebagainya, karena bagi saya orang-orang tersebut toxic. Saya memilih untuk bersahabat dengan orang-orang yang jujur lagi amanah walaupun cuma sedikit.
  2. Membantu orang lain jika saya mampu melakukannya. Jika seorang meminta tolong kepada saya, maka saya tidak keberatan untuk segera menolongnya selama saya mampu (baca: ada kesempatan + kapasitas). Tetapi jika saya tidak mampu, saya tidak segan untuk menolak untuk menolongnya dengan alasan yang sebenar-benarnya.
  3. Tidak mencari populeritas. Bagi saya populeritas itu tidak penting. Saya lebih menghargai "me time" saya untuk melakukan kegiatan bermanfaat daripada menyia-yiakan waktu saya sekedar untuk tebar pesona, mencari populeritas di publik.
  4. Peduli terhadap permasalahan orang lain dengan memberikan pemecahan masalah kepadanya, bukan sekedar mengasihinya. Jika seorang meminta waktu saya untuk curhat atas berbagai persoalan hidupnya, saya siap mendengarkan. Tetapi ingat, saya juga tidak mau membuatnya terus menderita. Karena itu, saya senantiasa berusaha memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi dirinya untuk menyelesaikan masalahnya, walaupun barangkali dia kurang suka karena dia hanya ingin didengarkan. Mendengarkan keluhan sih fine aja, tetapi jika terkurung dalam masalah, apa artinya?
  5. Tidak terlalu mempedulikan penilaian orang lain. Saya tidak begitu peduli terhadap penilaian orang lain. Mau dikatakan kutu buku, culun, non-fasionable, dsb, bagi saya tidak penting. Selama saya bisa melakukan tindakan yang logis dan bertanggungjawab, maka saya tidak peduli terhadap penilaian orang lain, kecuali jika penilaian itu membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rasional dan bertanggungjawab.
  6. Tidak suka mendramatisir kehidupan. Saya sangat anti terhadap drama kehidupan dan begitu heran kenapa orang-orang suka menyusahkan dirinya sendiri. Jika kita bisa mempermudah diri kita, mengapa harus dipersulit dengan mendramatisir kehidupan kita? Karena itu saya sangat terheran-heran kenapa orang-orang mendramatisir hidupnya seperti permasalahan romansa yan tiada habisnya. Make it easily, ok?
  7. Mencintai kedamaian. Saya benci terhadap segala hal berbau kerusakan, pelanggaran, kejahatan, atau peperangan. Karena itu, saya menghindari segala bentuk konflik sosial dengan tidak terlibat dalam tindakan amoral tersebut. Bahkan jika seandaian saya terlibat dalam konflik sosial yang tak bisa dihindari maka saya memilih untuk mengorbankan diri saya sendiri untuk menyelesaikan konflik tersebut sekalipun barangkali orang lain tidak menyukai tindakan saya dan menganggapnya berlebihan. Bagi saya, yang penting adalah kedamaian atau kehidupan sosial yang harmonis.

Demikian, semoga menjawab.


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
Kehidupan Sosial INTJ
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 507

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 249

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 241

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler