Membangun Komunikasi Efektif Terhadap Orang Asing


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-03-06 07:45:35
Dibaca: 119 Rating: 5/5.0 dari 3 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



Bagaimana membangun komunikasi efektif ketika berkenalan dengan orang asing?

Pernahkah Anda merasa canggung ketika berkomunikasi dengan orang asing? Jika iya, Anda tidak sendiri, saya pun mengalami masalah serupa. Fenomena kecangungan dalam berkomunikasi dengan orang asing dipelajari oleh para pakar komunikasi. Para ahli komunikasi menyebut fenomena kecanggungan dalam berkomunikasi dengan orang asing sebagai “ketidakpastian”.

Pada dasarnya ketika 2 orang berkenalan, yang mereka lakukan adalah mengurangi ketidakpastian satu sama lainnya. Apa itu ketidakpastian? Ketidakpastian merujuk kepada tingkat ketidakpastian yang dihubungan dengan keyakinan dan sikap tersebut. Ketidakpastian perilaku merujuk kepada tingkat ketidakpastian yang dihubungkan dengan perilaku.

Barangkali Anda merasa canggung, tidak enak, kaku, tidak paham orang asing yang Anda ajak bicara, bahkan menaruh curiga kepadanya. Itulah yang disebut sebagai ketidakpastian dalam teori pengurangan ketidakpastian.

Bagaimana teori ini bekerja? Mari simak penjelasan berikut:

Pengertian Teori Pengurangan Ketidakpastian

Teori pengurangan ketidakpastian merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas mengenai strategi untuk mengurangi ketidakpastian kognitif dan perilaku dengan pencarian informasi melalui komunikasi dengan orang lain.

Asumsi Dasar Teori Penguarangan Ketidakpastian

Teori pengurangan ketidakpastian didasarkan atas 7 asumsi dasar sebagai pijakan memahamai komunikasi interpersonal terhadap 2 atau lebih orang yang berkenalan, sebagai berikut:

  1. Orang mengalami ketidakpastian dalam latar interpersonal. Ketika berhadapan dengan orang yang baru dikenalnya, seseorang cenderung tidak memiliki definisi yang akurat terhadap orang tersebut.
  2. Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak mengenakkan, menimbulkan stres secara kognitif. Berdasarkan ketegangan dan ketidaknyamanan yang dialaminya, seseorang akan berusaha mencari informasi untuk mengurangi ketegangan yang ada.
  3. Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau meningkatkan prediktabilitas. Ketika bertemu dengan orang baru, seseorang akan membuat dugaan awal berdasarkan persepsinya.
  4. Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses perkembangan yang terjadi melalui tahapan-tahapan. Komunikasi interpersonal melalui komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih dapat terjadi secara tatap muka maupun melalui media.
  5. Komunikasi interpersonal adalah alat yang utama untuk mengurangi ketidakpastian.
  6. Kuantitas dan sifat informasi yang dibagi oleh orang lain akan berubah seiring berjalannya waktu.
  7. Sangat mungkin untuk menduga perilaku orang dengan menggunakan cara seperti hukum.

Aksioma Teori Pengurangan Ketidakpastian

Teori pengurangan ketidakpastian menyuguhkan sekumpulan aksioma tentang hubungan antara ketidakpastian dan komunikasi. Sebuah aksioma menentukan hubungan kausal yang diasumsikan ada di antara dua variabel. Sejatinya hanya terdapat 7 (tujuh) aksioma dalam teori pengurangan ketidakpastian yang dikemukakan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese. Namun dengan telah dilakukannya berbagai penelitian oleh beberapa ahli lain maka ketujuh aksioma tersebut mengalami penambahan.

  1. Aksioma 1 : Komunikasi verbal. Semakin tinggi jumlah komunikasi verbal yang terjadi antara interaktan komunikasi maka tingkat ketidakpastian bagi masing-masing interaktan komunikasi akan mengalami pengurangan.
  2. Aksioma 2 : Ekspresi afiliasi nonverbal. Yang termasuk dalam ekspresi afiliasi nonverbal adalah kontak mata, anggukan kepala, gesture tangan, dan jarak fisik antara interaktan komunikasi. Semakin bertambah ekspresi afiliasi nonverbal maka tingkatan ketidakpastian akan berkurang dalam situasi awal. Pengurangan tingkatan ketidakpastian dapat menyebabkan peningkatan dalam ekspresi afiliasi nonverbal.
  3. Aksioma 3 : Pencarian informasi. Tingginya tingkatan ketidakpastiaan dapat menyebabkan meningkatnya pencarian informasi perilaku. Semakin menurun tingkat ketidakpastian, maka pencarian informasi perilaku akan mengalami penurunan.
  4. Aksioma 4 : Tingkat kedekatan isi komunikasi. Tingginya tingkat ketidakpastian dalam suatu hubungan menyebabkan berkurangnya tingkat kedekatan isi komunikasi. Semakin rendah ketidakpastian, menghasilkan tingginya tingkat kedekatan.
  5. Aksioma 5 : Timbal balik. Tingginya tingkat ketidakpastian menghasilkan tingginya timbal balik. Semakin rendah tingkatan ketidakpastian menghasilkan rendahnya timbal balik. Salah satu cara paling mudah untuk mengurangi ketidakpastian bersama adalah melalui pemberian dan penerimaan informasi yang sama pada tingkat pertukaran yang sama. Dengan berkurangnya ketidakpastian maka pertukaran informasi simetris di tingkat yang cepat tidak diperlukan.
  6. Aksioma 6 : Kesamaan. Kesamaan yang terjadi antara interaktan mengurangi ketidakpastian, sementara itu ketidaksamaan menghasilkan peningkatan ketidakpastian. Perbedaan ketidaksamaan antara interaktan akan meningkatkan ketidakpastian karena jumlah penjelasan alternative bagi perilaku juga mengalami peningkatan.
  7. Aksioma 7 : Kesukaan. Meningktanya tingkat ketidakpastian menghasilkan penurunan dalam kesukaan, sebaliknya menurunnya ketidakpastian menghasilkan peningkatan kesukaan. Beberapa ahli teori telah menyajikan berbagai bukti yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kesamaan dan keinginan. Dalam pandangan Aksioma 6, kecenderungan yang dicari orang adalah kesamaan dengan orang lain dalam rangka untuk mengurangi ketidakpastian yang cenderung harus menghasilkan kesukaan.
  8. Aksioma 8 : Jaringan bersama. Jaringan komunikasi bersama mengurangi ketidakpastian, sementara itu kurangnya berbagi jaringan dapat meningktakan ketidakpastian. Aksioma ini didasarkan pada penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Berger dan William B. Gudykunst pada tahun 1991.
  9. Aksioma 9 : Kepuasan komunikasi. Terdapat hubungan terbalik antara ketidakpastian dan kepuasan komunikasi. Kepuasan komunikasi didefinisikan sebagai respon afektif terhadap pencapaian tujuan dan harapan komunikasi. Aksioma ini disarankan oleh James Neuliep dan Erica Grohskopf di tahun 2000 dan merupakan sebuah aksioma yang penting karena berkaitan dengan ketidakpastian terhadap variabel hasil komunikasi tertentu.

Penerapan Teori Pengurangan Ketidakpastian dalam Komunikasi Berkenalan

Sekarang marilah kita masuk ke praktik penerapan teori ini pada ruang lingkup komunikasi berkenalan dengan orang asing, supaya Anda bisa menjalin keakraban dengan mereka. Untuk menerapkan teori ini, Anda perlu memahami penjelasan asumsi dasar dan aksioma teori ini. Pada prinsipnya kita akan menerapkan aksioma-aksiomal teori ini dalam komunikasi berkenalan dengan orang asing sebagai berikut:

#1 Awali kenalan dengan membuka identitas diri Anda secara ramah dan sopan:

Anda perlu membuka identitas diri Anda, misalnya mengenalkan nama Anda, sekolah, pekerjaan, usia Anda kepada orang yang Anda ajak kenalan. Tentunya, ketika kenalan ini, Anda harus menjunjung tinggi norma sosial di tempat Anda kenalan, seperti bersikap ramah, sopan, tidak memaksakan kehendak. Tunjukkan bahwa diri Anda itu orang yang hangat, bersahabat dan bisa dipercaya kepada orang yang Anda ajak kenalan. Jika orang yang Anda ajak kenalan terbuka dengan Anda biasanya mereka akan turut memperkenalkan identitas mereka.

#2 Carilah kesamaan antara identitas diri Anda dengan seorang yang Anda ajak berkenalan (selanjutnya saya sebut 'komunikan'):

Nah, ini penting untuk mencari kesamaan antara Anda dan komunikan supaya bisa mengakrabkan diri. Kesamaan identitas biasanya meningkatkan tingkat kepercayaan. Anda bisa mencari kesamaan Anda dengan komunikan, misalnya asal daerah, almamater, pekerjaan, hobi, minat, dll. Ketika Anda menemukannya kesamaan itu, maka segera hubungkan dengan diri Anda sehingga Anda dapat menjalin relasi berdasarkan kesamaan tersebut.

#3 Bicarakan topik-topik yang komunikan sukai bisa berupa hobi dan minatnya

Setelah Anda berhasil menemukan kesamaan diri Anda dengan komunikan, maka Anda perlu berbicara intensif dengannya. Bagaimana caranya? Carilah topik pembicaraan yang menarik minat komunikan. Bagaimana kita tahu topik yang dipilih menarik minatnya? Hal ini bisa diketahui dari hobi atau minatnya. Biasanya saya akan menganalisisnya dari pertukaran identitas yang terjadi, jika pada tahap #2 saya belum menemukan kesamaan, maka saya akan mencoba mengajukan topik tertentu kepada komunikan. Jika komunikan merespon dengan baik dan memahami topik tersebut, maka saya akan mulai membicarakan topik tersebut secara intensif. Kalau hal ini berhasil, biasanya Anda akan cepat mengakrabkan diri dengan komunikan.

#4 Hubungkan rantai perkenalan antara Anda dan komunikan dengan tokoh yang dikenal bersama bisa berupa tokoh masyarakat, kenalan daerah, kenalan almameter, atau siapapun yang Anda dan komunikan kenali bersama

Anda juga perlu menghubungkan rantai perkenalan Anda dan komunian dengan tokoh yang dikenal bersama. Kenapa? Karena hal ini biasanya untuk menjaga kepercayaan bersama. Misalnya jika komunikan Anda mengenal pak RT di daerah Anda, maka jika Anda memberikan informasi kepada komunikan, komunikan bisa menghubungi pak RT di daerah Anda untuk dimintai keterangan dan memvalidasi informasi yang Anda berikan apakah akurat atau tidak. Hal ini juga untuk mengurangi resiko kecurigaan terhadap diri Anda. Bagaimana pun juga orang yang baru berkenalan akan menaruh kecurigaan pada derajat tertentu kepada Anda. Jika mereka tahu tokoh yang Anda ajukan ternyata mereka kenali, maka setidaknya mereka bisa mempercayai tokoh tersebut untuk 'memvertifikasi' diri Anda bukanlah 'orang jahat' atau orang yang patut dicurigai.

#5 Tingkatkan jumlah komunikasi verbal khususnya yang bersifat keakraban/ keintiman

Anda sebaiknya berbicara secara santai dan akrab. Anda bisa melakukannya dengan menceritakan pengalaman personal Anda terkait topik yang sedang dibicarakan bersama. Misalnya menceritakan pengalaman sekolah Anda kepada komunikan (jika Anda sedang membicarakan topik kehidupan sekolah) dengan memberikan kesan dan pesan kepada komunikan. Dengan demikian, komunikan Anda bisa menilai pribadi Anda sebagai orang yang terbuka dan bersahabat.

#6 Tingkatkan jumlah komunikasi non verbal

Selain itu, Anda perlu meningkatkan jumlah komunikasi non verbal baik berupa ekspresi, tatapan, gestur, dll. Tunjukkanlah ekspresi yang ramah seperti mudah tersenyum, menatap komunikan, dsb. Hindari kesan kaku dan tunjukkanlah bahwa Anda pribadi yang terbuka dan hangat.

#7 Perbanyak membuka diri Anda daripada membuka komunikan Anda

Terakhir, jangan banyak menyodorkan pertanyaan kepada komunikan Anda. Ajukan pertanyaan secara seimbang/ proporsional. Maksudnya jumlah informasi yang Anda bagikan kepada komunikan tidak boleh lebih dari jumlah pertanyaan yang Anda ajukan. Kenapa? Biasanya komunikan akan merasa tidak nyaman jika Anda tanya banyak hal. Seolah-olah Anda sedang mengintrogasinya. Bayangkan jika diri Anda berada di posisi mereka, Anda baru kenal dengan seseorang, lalu seseorang itu tanya macam-macam, apa yang Anda pikirkan? Tentu Anda merasa seperti dintrogasi, bukan? Karena itu, alih-alih bertanya banyak hal, lebih baik Anda memperbanyak membuka diri Anda dan lebih banyak membagikan informasi kepada komunikan. Sehingga komunikan Anda mengesankan diri Anda terbuka.

Trik dan tips di atas bisa Anda modifikasi sesuai dengan aksioma teori pengurangan ketidakpastian. Demikian kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat.


Lebih banyak kontribusi mikasa ackerman:
Membangun Komunikasi Efektif Terhadap Orang Asing
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 579

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 249

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 242

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 234

Tagar Terpopuler