Yang baik tidak selalu dihargai, tetapi bukan berarti berhenti berbuat baik...


Sosial-Budaya
Dipublikasikan: 2020-04-08 22:43:31
Dibaca: 119 Rating: 3/5.0 dari 4 voter Komentar: 0
Bagikan ke Sosial Media:



Apakah kebaikan senantiasa dibalas kebaikan?

Sebenarnya saya tidak sepenuhnya menemukan istilah "kebaikan dibalas dengan kebaikan" berlaku pada interaksi antar sesama manusia. Hal ini hanya akan terjadi ketika kedua belah pihak sama-sama orang-orang baik yang menghargai kebaikan antar sesama dan mau berterima kasih.

Sebaliknya jika di antara kedua belah pihak ada orang yang tidak baik maka biasanya relasi balasannya tidak seimbang bahkan bisa jadi berlaku istilah "kebaikan dibalas dengan kejahatan" seperti kata pepatah "Air susu dibalas dengan air tuba".

Dengan demikian, saya sebenarnya tidak mengharapkan kebaikan dari manusia atas segala kebaikan yang telah dilakukan. Tapi saya selalu percaya "kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan" selama hamba tersebut ikhlas hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, insya allah, kebaikannya akan dibalas dengan kebaikan berupa ganjaran dari sisi-Nya berlipat ganda. Karena itu, saya tidak mau berharap kepada manusia melainkan hanya berharap kebaikan kepada Allah SWT.

Terlepas dari itu semua, saya pun pernah merasakan bagaimana kebaikan dibalas dengan kebaikan dalam interaksi sesama orang-orang yang baik di antaranya:

  1. Saya memberikan masukan yang positif terhadap teman saya, lalu suatu ketika saya membutuhkan masukan positif dari teman saya, dia mau memberikan feedback yang baik.
  2. Saya memberikan hutang kepada teman saya dibalas dengan dibayar hutang dalam bentuk traktiran.
  3. Saya menghormati teman-teman saya dibalas dengan saya dihormati oleh mereka pula.

Yeah, itu hanya beberapa contoh sederhana saja. Saya pikir istilah ini hanya akan bekerja selama kedua belah pihak merupakan orang-orang baik yang tahu terima kasih. Di sisi lain saya pun pernah merasakan perihnya bagaimana kebaikan dibalas dengan kejahatan oleh oknum-oknum yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa mempedulikan orang lain. Oleh karena itu, saya selalu menanamkan nilai berikut dalam diri pribadi:

Sebaik-baiknya pemberi balasan adalah Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Karena itu, mari gantungkan balasan kebaikan kita hanya kepada Allah, sehingga Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari sisi-Nya.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga menjawab.

 


Lebih banyak kontribusi Danar Dono:
Yang baik tidak selalu dihargai, tetapi bukan berarti berhenti berbuat baik...
Beri kami beri penilaian untuk menghargai karya kami:

0 Tanggapan Pembaca:


Artikel Terpopuler
...
Menghadapi Kesedihan Mendalam

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:35:11
Dibaca: 580

...
10 Alasan Rasional Menunda Pernikahan

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 22:49:34
Dibaca: 509

...
Mengatasi Asosial

mikasa ackerman | Sosial-Budaya 2020-03-01 09:40:11
Dibaca: 251

...
Menjadi Pribadi Produktif

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-23 12:21:27
Dibaca: 243

...
Perbedaan Bertabayyun dan Indoktrinasi

Danar Dono | Sosial-Budaya 2020-02-24 09:39:59
Dibaca: 236

Tagar Terpopuler